Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Suami Sempurna

Bukan Suami Sempurna

balas Rena. “Jangan sama dia! Masa depannya dia enggak akan menjamin kehidupanmu dan anak-anakmu kelak. Narendra itu hanya perawat kontrak, beda denganmu yang sudah jadi pegawai negeri sipil. Gaji dia buat diri sendiri saja tidak cukup, apalagi buat kasih makan istri dan anak-anaknya,” sungut Maharani. “Ibu enggak sreg sama dia!” tambahnya.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Bukan Calon Kakak Ipar

Bukan Calon Kakak Ipar

Aku ijin ke Mas Reihan untuk mengikuti kajian lewat Zoom meeting. "Assalamualaikum semua," sapa Mimih. Disampingnya ada Jujut dan Surti. "Kali ini kami akan membahas hak dan kewajiban suami istri ya?" Mimih terus menjelaskan secara jelas dengan disertai perdebatan antara Jujut dan Surti. Sungguh tingkah keduanya membuat kami yang ikut kajian bisa tertawa lepas. Termasuk aku.
9.8176.9K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as bukan muhrim adalah
Show Reviews (21)
Read
+Library
Bai_Nara
Hai semuanya, tetima kasih sudah mengikuti kisah keluarga Masha-Rayyan (Nara). Mamak cuma mau ngasih tahu jika kisah Rafina si bungsu sudah tayang di goodnovel dengan judul 'Bukan Sekedar Sahabat.' Mari mampir.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Bukan Istri Impian

Bukan Istri Impian

Karena pada kenyataanya memang seperti itu. "Nggak bisa jawab 'kan? Sekarang jangan salahkan kami kalau kami tidak menghormati Nona Maura. Karena dia tidak pantas dihormati. Tidak ada wanita baik yang merebut calon suami saudaranya sendiri." Setelah mengatakan itu, Dini pergi diringi pelayan yang lain. Hanya Bi Murni saja yang masih setia bersama Maura. "Nya--"
101.3K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Bukan Pilihan

Bukan Pilihan

tutur seorang lelaki tampan yang dipanggil Shi Fu, atau guru dalam bahasa Mandarin. Lelaki tua yang dipanggil Lao Hu, mengepalkan tangan menggebrak meja. "Tidak boleh melewatkan kesempatan seperti ini! Awasi terus!" bentak Lao Hu pada semua orang yang hadir di ruangan. "Baik, Lao Hu!" Semua orang berteriak serempak, kecuali Shi Fu muda tadi. "Kalau sudah tidak diperlukan saya mohon diri." Shi Fu muda mengatupkan tangan di depan dada. Benar-benar gestur penuh hormat.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 297 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Merebut Suami Sahabatku

Merebut Suami Sahabatku

“Kalau di sini, ciuman juga nggak masalah, Sayang. Masih dalam hal yang normal dan wajar. Memang beda jauh sama kehidupan di luar negeri, Sayang. Meski tetap aja dalam agama sebenarnya tidak diperbolehkan bersentuhan dengan bukan muhrim.” “Apa itu bukan muhrim, Sayang?” tanya Lukman heran dan bingung karena tidak mengerti. “Bukan orang yang diperbolehkan untuk bersentuhan. Tapi … kehidupan zaman sekarang memang udah jauh dari semua itu, Sayang. Mungkin karena perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, semua serba berubah. Tidak banyak yang masih memegang erat ajaran agama dengan sepenuh hati,” jawab Lisa mengungkapkan segalanya kepada Lukman.
1017.2K viewsCompletedAdded to Library 669 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Bukan Muhalil

Bukan Muhalil

Timpal teman seprofesinya yang sedikit lebih muda darinya. "Iya pak Narmo, mungkin terlalu lelah jadinya sering tak bisa tidur." Jawabku sambil duduk lagi di atas jok motorku dan menghidupkannya. "Sudah saatnya kamu cari guling baru Satria!" Timpal Udin, seorang Ob yang sedang mengambil gelas kopi bekas satpam yang shift malam. "Iya Din, kamu benar. di rumah kontrakan ku memang tak tersedia guling." Jawabku tanpa rasa curiga sedikitpun kemana arah pembicaraan mereka.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Unpredictable Husband

Unpredictable Husband

Ketua Rohis mengabsen satu per satu calon anggota Rohis untuk memastikan siapa yang belum datang. “Adik-adik, kira-kira nanti siapa yang bisa memimpin murojaah sehabis Maghrib untuk yang cewek?” tanya Ketua Rohis. Semuanya menunduk seolah tidak mau ditunjuk. Murojaah adalah kegiatan mengulang hafalan Al-Qur’an yang dimiliki. “Maharani?” sambungnya sambil melihat teman Ziya yang tadi mengghibahkan alumni Rohis.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
MEREBUT CINTA USTADZ ABIZAR

MEREBUT CINTA USTADZ ABIZAR

“Iya Umi, tapi Afura kasihan banget. Kalau di sini aman. Banyak santri dan pasti banyak yang jaga. Tapi kalau di luar sana. Afura nggak bisa bayangin Umi.” “Yaudah, Umi paham niat baik kamu. Mending dia di asrama.” “Tapi…” perkataan Afura terjeda. “Ada apa lagi?” “Dia bukan orang islam.” Pupil mata Umi semakin melebar, perkataan menantunya membuatnya benar-benar terkejut. “Yaudah nggak papa. Walaupun dia bukan orang islam kita harus tetap menolongnya. Karena dia bukan orang Islam, apa mungkin dia tinggal saja di sini.”
4.5K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Bukan Aku

Bukan Aku

Ucap Aminah sambil menyerahkan kotak indah yang sedari tadi dia pegang. "Terima kasih.” Ucap Bayu. Pesta dilanjutkan. Musik mengalun merdu, orang-orang mulai berbincang satu sama lain, Beberapa pria yang bertugas membawa gelas ataupun makanan terlihat mondar-mandir. Salah satu dari mereka menawari Abidah segelas jus jambu. Tentu Abidah tidak mau menolak. Setelah tersenyum pada pria itu, Abidah berdoa dilanjutkan dengan meneguk jus jambu. Tepat saat Abidah tengah menenggak, seseorang menubruknya dari belakang. Suara gaduh mulai terdengar. Sebelum menoleh ke belakang, Abidah lebih dulu mencemaskan pakaiannya yang terkena tumpahan jus jambu.
1012.7K viewsOn holdAdded to Library 344 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
Aku Bukan Istrimu

Aku Bukan Istrimu

Suara tangisan Anita berhasil membawa dua pelayan yang sama, Erli dan Naila yang membawa dua benda yang juga sama yaitu baju dan makanan. Erli dan Naila tidak datang untuk mengecek keadaan Anita. Mereka yang hanya dua orang pelayan tidak memiliki wewenang untuk terlalu mencampuri urusan majikan. Sekarang mereka bahkan hanya terdiam memperhatikan Anita yang terus menangis. Perbedaan yang signifikan jelas dirasakan keduanya. Di mana nona Anna yang mereka kenal tidak begini. Wajah selalu bahagia dan sedikit sombong mendominasi.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as bukan muhrim adalah
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status