Menyusui Bayi Dokter Tampan
Dia memperhatikan bungkusan yang tidak terlalu besar itu dengan jalinan pita yang simpulnya tepat di atas kotak.
"Calon mertua dari Hongkong?! Palingan ini sama isinya dengan yang kita berikan sama pasien-pasien yang ada di rumah sakit ini. Sudahlah, Nai. Apapun isinya, aku pasti akan senang menerimanya. Aku juga suka boneka kok." Bibirku tersenyum, membayangkan sebuah boneka beruang ukuran jumbo yang aku beli di sebuah mall. Boneka itu juga yang menjadi mainan Gibran. Kalau lagi aktif-aktifnya, dia sering naik ke atas boneka besar itu. Mungkin ia mengira, boneka itu adalah temannya. Aku jatuh cinta begitu melihat boneka itu terpajang di sebuah mall. Bentuknya lucu dan menggemaskan.