Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Memoar Rasa

Memoar Rasa

"Mau mas! Aku beli ya! Belinya dua, satu buat aku, satunya lagi buat kamu. Kalau beli satu, nanti kasihan pandanya kesepian, gak punya temen." "Kenapa begitu? Kan ini cuman boneka. Lagian, dia juga gak punya nyawa dan juga gak punya perasaan." "Ih, mas salah. Boneka itu punya perasaan. Boneka juga punya hati." Sontak aku pun bingung dengan perkataan Bunga tadi. Aku benar-benar berpikir bahwa boneka tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki nyawa. Namun mengapa bisa mengatakan hal demikian? Apa dia punya maksud lain?
2.2K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
Dendam Anak Tiri

Dendam Anak Tiri

sahutnya dari dalam garasi tanpa mau mengintip sedikit pun. Senyap. Tak terdengar lagi suaminya menyahut. Namun, tak lama kemudian, Bagas muncul di balik pintu garasi sambil membawa kotak itu beserta isinya. "Nih. Ini yang kamu bilang boneka pocong?" Bagas mengangkat benda itu di hadapan Rista. Rista tercenung memandangi boneka itu. Boneka itu cantik sekali. Seperti barbie, berbaju kembang, rambutnya keriting cokelat, hanya saja boneka itu berbahan keramik. Kalau di pajang di meja sungguh indah. Berbeda jauh dengan boneka yang dia lihat sebelumnya. Tapi apa mungkin dia salah lihat?
1010.9K viewsCompletedAdded to Library 317 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

Safitri menunjuk ke arah kios boneka. “Boneka? mungkin, aku juga mau beli satu buat Nurul,” kata Aizha. “Ya udah, ayo ke sana.” Safitri menarik tangan Aizha. Di kios boneka mereka pun memilih boneka yang bagus dan harganya masih terjangkau. Semua boneka yang di jual berbahan dasar halus sehingga nyaman untuk dipeluk. Safitri tampaknya sangat senang dengan boneka yang dia beli. Dia terus memandangi boneka tersebut dengan senyuman.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
OBSESI TUAN STERLING

OBSESI TUAN STERLING

Namun, di atas meja bundar di balkon, ada sesuatu yang tidak seharusnya ada di sana. Sebuah kotak kayu berukir mawar hitam. Alora, dengan rasa penasaran anak kecil, membukanya. Di dalamnya terdapat sebuah boneka porselen kuno dengan mata biru pucat yang tampak hidup. Ada selembar kertas tua yang terselip di balik gaun boneka itu. Alora belum bisa membaca dengan lancar, tapi ia bisa merasakan hawa dingin dari kertas itu. Ia memeluk boneka itu dan berjalan keluar kamar tepat saat Kaelan sedang lewat untuk mengeceknya.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 23 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Bantu saja ambilkan boneka beruang cokelat itu. Itu boneka kesukaan Kaivan.” Bi Uti mengangguk lalu segera mengambil boneka itu. Boneka itu memiliki sebuah kantung di depannya berbentuk hati yang besar. Di dalam kantung itu terdapat ponsel milik Savita yang tidak pernah dia keluarkan. Savita memeluk erat boneka itu menggunakan satu tangannya. “Nanti saya minta yang lain bantu beresin kamar Nyonya, ya. Supaya cepat.” Bi Uti berkata lagi yang hanya diangguki Savita.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
Asmara Ibu Asrama

Asmara Ibu Asrama

Mata Astri berkelana memperhatikan setiap deret rak yang menampilkan bermacam model boneka. Boneka manusia, binatang, berbentuk buah, bunga, dan yang lainnya. Ada juga boneka super hero, dari Superman, Batman, Captain America, Hulk, semua ada. "Masih belum ketemu? Mungkin boleh aku kasih saran," kata Julian yang terus di samping Astri. "Oke, boleh," ujar Astri sambil menganggukkan kepala.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Masih Tentangmu (Setelah Kita Berpisah)

Dari Angkasa Itu ucapan singkat dari kartu yang terselip di buket bunga. Dea memperhatikan bunga-bunga yang ditata demikian apik dalam balutan cellophane paper berwarna pastel. Ada bunga Peony, mawar merah, lili, dan entah bunga apa lagi, Dea tidak tahu namanya. "Bunga? Dari siapa itu?" tanya Bu Wetty yang baru keluar dari kamar.
10139.1K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as buket bunga boneka
Show Reviews (29)
Read
+Library
nana
kisah ttg orang² yg berjiwa besar . bagaimanapun memaafkan itu leh indah drpd mendendam.. sangat menginspirasi dlm menyikapi mslh dlm rumahtangga.. salut dgn nadia yg begitu penuh perhitungan dlm menyikapi suaminy yg melakukan kesalahan
Ummu Syarifah
Jatuh cinta dengan karya kak Lis yang satu ini, part awal sudah dibuat up and down. Alur, twist, plot tertata dengan bagus membawa pembaca masuk ke dunia cerita. Seperti cerita Bara dan Delia serta karya kak Lis yang lain, banyak pesan moral yang disampaikan kepada pembaca. Sehat&sukses selalu kak
Read All Reviews
Milky Legends

Milky Legends

Dia bertugas melindungi pengguna dari serangan musuh. ++ Boneka 7 : Boneka berbentuk seperti seorang wanita dengan rambut biru diikat dengan model buns. Ia menggunakan dua pedang lebar besar dan mampu membelah musuh dengan mudah, meskipun ukuran senjata yang besar sedikit mengurangi ketangkasan boneka itu. Boneka ini adalah salah satu penyerang utama, dan bisa menangkis musuh terkuat sekalipun dengan kecepatan yang tinggi. ++ Boneka 8 : Boneka berbentuk seperti seorang wanita dengan rambut pink panjang. Ia menggunakan sebuah flute untuk menciptakan ilusi.
9.810.9K viewsOngoingAdded to Library 294 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
Pencarian Dalam Dendam

Pencarian Dalam Dendam

rutuknya. Ting tong ... ting tong ... Suara bel membuyarkan lamunan Lita. Ia segera bangkit dari duduknya untuk membuka pintu. Lita langsung mengernyitkan keningnya saat melihat buket mawar putih kesukaannya dan boneka beruang berukuran besar berwarna hijau muda, warna favoritnya. “Permisi, dengan Nona Arlita?” tanya si Kurir.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 221 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

SAHKAN ATAU CERAIKAN AKU, MAS

Rak boneka. Deretan boneka dari ukuran kecil sampai besar, semuanya tersusun rapi. Tidak berdebu. Tidak asal ditaruh. Beberapa bahkan tampak mahal, dengan detail yang begitu halus. Langkah Nilna mendekat, lebih pelan dari sebelumnya. Tangannya menyentuh salah satu boneka besar. Matanya berkaca-kaca. “Kenapa rasanya… semua ini… buat aku…?”
105.7K viewsCompletedAdded to Library 210 Times as buket bunga boneka
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status