Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

Walau ia tampak berbeda dalam balutan gaun berpotongan sederhana berwarna coklat muda. Gathan menghampiri Fanala yang tersenyum biasa, namun ia berpaling untuk menghadapi karyawan di seberang konter. "Satu buket bunga matahari," Gathan berujar. Kemudian menoleh pada Fanala. "Hai. Mau ada acara?" Fanala mengangguk. "Murid gue ikut lomba gitu hari ini." Murid? Sebuah pemahaman meliputi wajah Gathan sedetik kemudian.
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Bunga yang Telah Mekar Enam Puluh Kali

Matanya penuh senyum. "Prosedur pemulangan telah selesai. Ini bunga yang dipetik kedua anak pagi ini. Mereka ingin mengucapkan selamat atas kepulangan dari rumah sakit." Nathan dan Nolan bersandar di kedua sisi. "Tante Emily, lihat, masih ada embun di bunga-bunga ini!" "Tante Emily, bunga-bunga ini membuatmu terlihat sangat cantik!" Brian menggenggam tangan Emily, kedua anak itu mengikuti di sisi kiri dan kanannya. Mereka berempat meninggalkan bangsal, membuat para perawat di belakang mereka iri.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

pinta Aruna. Sebuah buket yang menggabungkan berbagai jenis bunga dalam satu genggang. Setiap bunganya melambangkan harapan, cinta, dan penghormatan. Bunga-bunga ini seolah berbisik, mengatakan bahwa cinta kita kepada mereka adalah abadi, tak terbatas oleh ruang dan waktu. Tak lama pemilik bunga itu memberikan rangkaian bunga sangat indah. "Ini untukmu, Kakak. Aku menitipkan doa di setiap rangkiannya. Semoga sahabatmu bahagia di alam sana," kata Pemilik toko bunga.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Aku menemani Marissa dan meletakkan karangan bunga di sebuah batu nisan yang berukir nama Rangga. Ada beberapa hal yang tidak bisa diselesaikan dengan kematian, dan beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi, aku menatap Marissa dengan lembut. "Aku hanya berharap putriku aman dan bahagia."
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU

TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU

Bunga chrisanthemum aneka warna dan ukuran dalam sebuah buket ukuran besar dan kertas wrapping putih tulang, sungguh indah dan romantis. Aku menerima buket itu dengan terheran-heran. "Siapa pengirim bunga ini Mbok?" tanyaku. Mbok Sumi menggeleng. " Saya juga tidak tahu bu, soalnya tadi yang mengantar kemari kurir. Saat ditanyai dikirim oleh siapa, kurirnya mengatakan tidak tahu. Hanya bilang kalau buket bunga ini untuk bu Kemala." Jawab mbok Sumi.
1075.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Istri Bayangan Milik Tuan Muda

Buket bunga itu tampak sangat mencowok dan spesial karena dirangkai jauh lebih cantik daripada dua buket lainnya. "Untuk anak manisnya Papa," ujar Sakti begitu masuk ke dalam mobil. Seiring dengan mobil yang kembali melaju pergi, Sakti mencoba membantu Ginata menggenggam dan memeluk buket mawar berwarna kecil itu, sebelum kemudian ia pun beralih menatap Citra. "Dan ini untukmu. Bunga ini bisa kamu gunakan untuk ditaruh di atas pusara Argantara."
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Seketika, dia seolah mendengar suara gadis muda yang bergema di telinga. "Kak Gilbert, Guru menyuruh kita memetik tanaman obat. Kenapa kamu malah memetik bunga?" "Hari ini hari spesial, 'kan? Aku lihat banyak yang menjual bunga. Lagi pula bunga ini bisa dijadikan obat." "Oh ya? Bunga secantik ini bisa dijadikan obat?" "Sheila, kamu suka? Ya sudah, bunganya untuk kamu saja. Ini namanya bunga anggrek."
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182.3K kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Mhealie 99
cerita nya seru sayang nya dari satu bab 10 koin sekarang sudah 14 koin, bantuan penerima koin juga sedikit tolong dong jangan di tambah lagi koin untuk membaca setiap bab nya, walau di tambah tapi mendapatkan koin nya di permudah juga..
Iss
utk Paviliun Angin, bnr² tega bgt ya.bisa²nya bikin ak maraton baca selama 26hr nggak peduli hbs jutaan buat beli koin smpe mataku kyk panda bengkak ngkak ngkak.kadang smpe lupa mkan. Tolong UPDTEnya yg banyak&jgn lama². jgn bikin aku tersiksa krna penasaran cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
GANCET DENGAN ANAK ANGKAT

GANCET DENGAN ANAK ANGKAT

"Ini Bu." Lelaki itu menyerahkan sebuah standing buket bunga besar dengan isi mawar merah segar, uang seratus ribu rupiah berlembar-lembar, dan beberapa batang coklat silverqueen. Berbungkus kertas cellophane berwarna hitam dan putih bening. Dan menggunakan penyangga kayu. Mata Hesti membulat melihat buket bunga yang dibawa oleh kedua kurir tersebut.
24.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 719 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Pak, Jangan! Nanti Ketahuan!

Air mancur di tengah halaman memantulkan cahaya malam yang tenang, terlalu elegan sampai membuat perut Aruna kembali mulas. Ia menunduk, menatap empat bucket bunga kecil di pangkuannya. Mawar putih untuk Ratna, lily of the valley untuk Lily, hydrangea biru untuk Gigi, dan anggrek ungu untuk Camelia. Tangannya bahkan terasa dingin saat menggenggam pita masing-masing bucket itu. "Nona?" suara sopir memecah lamunannya lembut. "Kita sudah sampai."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

PERNIKAHAN PELUNAS HUTANG

Ucapannya pelan, tapi penuh ketulusan. Wanita yang tidak lain adalah Nadia–tangan kanan Amerta yang mengurus toko bunga bunga miliknya mulai memberi saran. “Untuk kehangatan keluarga, saya sarankan tiga pilihan.” Nadia mulai memperlihatkan beberapa pilihan. “Buket Mawar Peach, Daisy Putih, dan Daun Eucalyptus, melambangkan ketulusan, kelembutan, dan kenyamanan sebuah keluarga” Lalu tangannya beralih pada buket lain yang sudah terangkai. “Buket Anyelir Merah Muda dan Lily Putih, ini simbol cinta tak bersyarat, perlindungan, dan harapan baik.”
9.99.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai buket bunga untuk hari guru
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
UmiLily
Cerita yang diawali konflik berat, tapi dibacanya tetap terasa ringan. Bahasanya ngalir meskipun ada beberapa typo. Salah satu bacaan on going yang menemani hari-hariku belakangan ini. Semangat nulis ya Kak An
LilyAnnie
Alhamdulillah sudah tamat. Terima kasih buat kalian yang sudah membersamai cerita ini selama beberapa bulan. terima kasih untuk segala dukungannya dan mohon maaf bila banyak kurangnya ya ... sampai jumpa di tulisan saya berukut
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status