Menantu Tak Diharapkan
"Kalau masalah uang, itu soal mudah, Pak. Saya punya banyak teman yang siap dimintai tolong. Karena sesama manusia itu memang selayaknya saling tolong-menolong. Bukan saling menghina dan merendahkan. Roda itu berputar, Pak. Buk, Mas. Kita saat ini hidup enak. Apa kita tau sepuluh tahun mendatang, masih bisa merasakan keenakan hidup itu? Belum tentu,"
Semuanya terdiam. Tak ada yang berani menyangkal, karena ucapan Cakra tadi semuanya benar. Bima, si pengusaha kaya itu lebih memilih untuk segera menyudahi makannya dengan meneguk air putih. Lalu beranjak, berpamitan untuk berangkat kerja.
Pun dengan istrinya, melipir dari meja makan. Berpura-pura sibuk di dapur, entah apa yang dikerjakan.
Hot Chapters