Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Diperistri Mas Duda

Diperistri Mas Duda

Ucapnya dengan bangga "Hahahaha. Asiiikk. Jadi sekarang jadi dimanfaatin nih?" "Iyalah. Sekali-sekali kan. Uang itu jangan cuma ditabung di rekening tapi dibelikan makanan ditabung di sini makanannya, besok pagi dibuang." ucap Yuna sembari menyentuh perutnya yang lagi-lagi membuat Riko tertawa. "Oke. Kamu boleh pesan apa saja. mau makan apapun asal dihabiskan. awas kalau nggak habis. Mas cium kamu Sampai lemes."
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

Suami Lumpuh yang Disia-Siakan Ternyata Pewaris

Saldo tabungan selama bertahun-tahun sudah terpotong lima puluh juta hanya untuk membeli satu tas branded berukuran mini. Harga lima puluh juta rupiah tidak lagi menjadi harga yang mahal bagi Bima setelah ia resmi menjadi orang kaya. "Semoga kamu suka," gumam Bima sambil tersenyum kecil. Diam-diam ia kembali melirik Nila yang tampak fokus memakan makanan. Piring-piring kecil berisi lauk sudah ludes dimakan wanita muda itu. Hingga setelah makanan hampir habis, Bima dikejutkan dengan suara sendawa yang keluar dari mulut Nila.
1032.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 973 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

“Ayo minum, Nak. Setelah itu tidur lagi ya. Besok kamu harus bangun pagi.” Arka menenggak air hangat itu, lalu duduk di pangkuan Radit. “Papa, aku tadi dengar papa bilang ‘uang’. Uang itu apa?” Radit dan Velia saling pandang, sedikit terkejut mendengar pertanyaan polos itu. Radit kemudian tersenyum, mengusap kepala anaknya. “Uang itu alat tukar, Nak. Dengan uang, kita bisa beli makanan, mainan, atau baju. Tapi uang juga harus dipakai dengan bijak, jangan dihamburkan. Itu sebabnya papa dan mama bekerja keras.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

Tanya Bapak yang tiba-tiba ikut nimbrung dan masuk ke dalam kamar yang memang sengaja ku buka lebar. "Gini Pak, Emak berniat mengajak Ida untuk buka rumah makan. Yaa Bapak kan tua masakan Emak enak, sapa tau aja kalau kita buka rumah makan, bakal laris. Sekalian kita buka toko sembako." Ucap Emak antusias. Bapak nampak berpikir sejenak, lalu menghembuskan nafas. "Emang sisa uang kita tinggal berapa Nduk!" Aku menangkap nada suara ragu dari Bapak
1066.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
SUKSES SETELAH DIHINA MERTUA

SUKSES SETELAH DIHINA MERTUA

Dalam hitungan menit, makan itu ludes. "Bu, makam di sini enak banget yah. Eh tapi, Bu_ kita nanti bayar pake apa? Aku nggak punya uang," bisik Nita. "Lah sama. Ibu juga nggak bawa uang." "Terus gimana dong?"
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Bukan Sopir Biasa

Bukan Sopir Biasa

Astuti berkata sambil menggerakkan jemarinya, yang mengisyaratkan tentang keuangan seseorang. “Maksud Mama, duit Mas Bagas kalah banyak dengan duitnya Om Arman, begitu?” “Iya, Mil. Hidup ini kan perlu uang, bukan hanya cinta. Memangnya bisa makan dengan cinta?” sahut Astuti yang masih mempertahankan suaranya, agar tetap pelan saat berucap. Khawatir kalau ada yang mendengar. Bukan hanya tetangga, tapi suaminya pun ikut mendengar kalau dia tak menjaga nada suaranya.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Kelakuan Papa Mertua

Kelakuan Papa Mertua

“Baguslah, fokus dan sungguh-sungguhlah dalam kerja. Slogan uang bukanlah segalanya, tidak berlaku lagi di jaman sekarang. Iya kan? Sebab uang adalah sumber segala-galanya.” Mereka menghabiskan makan dengan tenang. Ralat, tenang untuk Vivi saja. Tyo selalu harus bersusah payah untuk menelan makanan yang berada dalam mulutnya. Padahal pancake buatan Bibi itu begitu lembut, sama sekali tidak membuat tenggorokannya bekerja keras.
1018.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 496 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 8 "Kamu mau minjam uang? Ga salah? Kamu baru sebulan kerja disini. Dan hari ini meminjam uang dua puluh juta? Hahaha!" Tawa Pak Joshua menggema. Aku menunduk sambil mengigit bibir. Memang tak ada pantas pantasnya permintaanku.
1029.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 640 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Bahagia Tanpamu, Mas!

Bahagia Tanpamu, Mas!

Astagfirullah Ku elus dadaku yang terasa sesak. Bisa-bisanya dia berkata seperti itu setelah dia memberiku nafkah sedikit. Memangnya dia pikir ayam dan daging bisa turun dari langit tanpa mengeluarkan uang. "Apa kamu pikir masak ayam tidak pakai uang. Jangan suka protes lauknya tempe jika kamu hanya mampu memberiku jatah bulanan lima ratus ribu. Hari gini uang segitu dapat apa Mas?"
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Sebatas Teman Ranjang

Sebatas Teman Ranjang

“Setelah manfaatin Citra, sekarang kamu juga mau manfaatin tunangan saya dan kakak ipar saya? Mau kamu apa, By? Uang, kan? Kamu manfaatin kebaikan orang-orang buat kebutuhan kamu sendiri, kan? Terus kenapa waktu itu main pergi? Padahal saya mau kasih uang sebanyak yang kamu minta. “Sekarang, dengan tidak malunya kamu makan sebelum acara dimulai. Baru nyobain sushi? Gak malu makan sebanyak itu? Jangan bilang kamu gak pernah makan sushi, si brengsek itu kan katanya anak orang kaya?”
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai buket makanan dan uang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status