One Day In Your Life
Sementara perlahan-lahan, seiring dengan tergelincirnya matahari, harum aroma anggur menyeruak dari rumah-rumah balok lempung yang berbaris di perbukitan cokelat.
Tak jauh dari barisan bukit cokelat, di sini, di pinggir aliran sungai Semantik, seorang laki-laki dan perempuan melangkahkan kaki menuju Temple of The Prophet, sebuah bangunan tinggi berkubah dengan dua sayap yang menjorok maju dan tiga serambi tangga rumah. Barisan menara berjumlah genap memanjang di samping kanan dan kirinya, seperti mendirikan pagar. Sebuah minaret jam berdiri tak jauh dari Kuil, menyendiri di dekat bukit cadas, seakan memantau semua situasi, bagai mercusuar di pinggir pantai. Latar belakang dari Kuil itu adala
Hot Chapters