Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?
Buku dongeng di sampingnya belum selesai dibacakan, dia menghentikannya karena gadis kecil yang menjadi alasannya membaca itu telah terlelap.
"Hehe, selalu manjur," suara gumaman Kakek terdengar serak dan hangat, seperti bunyi gesekan dua batang kayu tua. Suaranya mengisi ruang kecil yang harum bau kayu pinus dan buku-buku lama. "Dengan satu, dua halaman saja, matamu sudah berat, dan dunia mimpi pun menyapamu. Kakek jadi bingung, Nak," Kakek berhenti sejenak saat dia membelai lembut rambut kuning pucat itu dengan tangan-tangannya yang telah dihiasi oleh keriput. "Kau ini manusia sungguhan, atau justru makhluk mimpi yang tersesat ke dunia nyata? Makhluk yang tubuhnya teranyam dari embun pagi
Hot Chapters