Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Friendship Story

My Friendship Story

Sebenarnya jika waktu itu tak terlalu di permasalahkan, namun saja ada rasa haru dan bangga jika aku mempunyai ikatan persahabatan yang cukup lama. Aku hanya tersenyum mendengar jawaban dari mereka lalu melanjutkan membaca buku yang sedari tadi aku baca. Buku itu berjudul "Munafik". Ya, buku yang aku pun heran mengapa aku harus membaca buku itu. Namun buku itu berisi tentang dampak dari sifat munafik, apa itu munafik dan sebagainya. "Baca buku apaan lo, Zell? Munafik? Kagak biasanya baca buku beginian? "tanya Jessy mengejutkanku karena langsung meraih buku itu dan membulak-balikan buku itu.
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Ku Ikhlas Menjadi Orang Ketiga

Ku Ikhlas Menjadi Orang Ketiga

Sahwa berusaha sekuat tenaga untuk melawan rasa grogi dan takutnya itu dengan mengingatkan pada dirinya sendiri, apabila melayani suami dengan baik dan benar, adalah balasannya surga. Aku tidak boleh takut, aku harus ikhlas memberikan segalanya yang aku miliki, walau aku sama sekali tidak mencintainya, begitupun sebaliknya yang terjadi pada Dzaky. "Kamu perlu tau dan ingat dalam ingatan kamu baik-baik jika aku tidak bakalan mencintaimu sampai kapan pun! Jadi jangan sekali-kali kamu libatkan perasaan kamu dalam pernikahan kontrak kita ini!" Tegas Dzaky.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
BUKAN RAHIM YANG SEMPURNA

BUKAN RAHIM YANG SEMPURNA

Lizia naik ke atas tempat tidur duluan, ia membaca beberapa halaman buku sembari menunggu Aziz yang tengah membersihkan diri di kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Lizia dengan senyum lebarnya meletakkan bukunya di atas meja, setelah Aziz dengan balutan kaos biasa serta celana sependek lutut memeluknya mesra. Lizia menghirup dalam-dalam wangi mint dari sampo di kepala Aziz. Wangi ini selalu menjadi favoritnya. “Tidur, yuk! Sudah malam ini,” ucap Lizia. Dia melepaskan tangan Aziz di pinggangnya kemudian menarik selimut hingga menutupi tubuhnya hingga leher.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
BUKAN KISAH SEMPURNA

BUKAN KISAH SEMPURNA

Dan dalam hati terus membodohkan diri sendiri karena membuat Adinda kesulitan selama ini. "Aku benar-benar baik-baik saja," ujar Adinda sungguh-sungguh. Walaupun tidak baik pun ia akan selalu bilang seperti itu. "Jadi apa yang kamu mau?" tanya Alvaro sekali lagi. "Tolong jujur, semenyakitkan apa pun itu, aku akan berusaha menerimanya." Laki-laki itu tidak mau Adinda kembali mengorbankan diri seperti kemarin. Mulai hari ini, Adindanya harus bahagia.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Iblis Suci

Iblis Suci

Shifuyi membaca satu persatu buku tentang iblis kuno demi menjawab rasa penasarannya tentang Limdong. Namun sampai puluhan buku telah ia baca belum juga ada yang menjawab rasa penasarannya. Tapi ia tidak patah semangat. Dan nampak kalau Cuming juga sangat serius saat membaca buku-buku itu. 'Apa yang ditulis buku-buku yang telah aku baca ini nampaknya hanya menjelaskan iblis seperti Beiji. Semua buku tentang iblis sangatlah banyak. Apakah aku harus membaca semuanya?' gumam Shifuyi.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 465 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Bima Satya memasang secangkir air hangat di meja, wajahnya tenang namun matanya tak bisa menipu kekhawatiran. Wira — pria tua yang memberi mereka kesempatan — menatap sejenak dari ambang pintu, lalu menutup pintu pelan-pelan. Ia memberi mereka satu kalimat pendek, tegas: “Sekarang saatnya jujur pada diri sendiri dan pada satu sama lain. Kejujuran itu lebih tajam dari pisau; ia bisa menyembuhkan, atau bisa juga membunuh. Pilihannya ada di tangan kalian.”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

Kamu yang Menolakku, Kenapa Kamu Menangis?

"Jadi, kami menyerah. Kami nggak bisa mengetahui rahasianya, jadi nggak ada gunanya kami menyimpannya. Sebaiknya kami menjualnya untuk mendapatkan sejumlah uang." "Apakah semuanya sudah siap?" "Siap, ayo mulai!" Saat semua orang mendengar bahwa buku itu asli, mata mereka langsung berbinar. Ekspresi dan sikap mereka seolah-olah mereka adalah bujangan tua yang telah melihat seorang wanita telanjang. Leo juga menunjukkan ekspresi keserakahan yang langka. Tidak ada yang memahami Buku Surgawi lebih baik dari dia.
9.373.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Ketulusan Hati Amirah

Ketulusan Hati Amirah

Hanya kepada ketulusan, kita akan mampu belajar makna dari sebuah keikhlasan dalam kehidupan. Seperti halnya melakukan hal baik tanpa diketahui orang lain sangatlah mulia. Itulah sebuah ketulusan. *** Rayyan kembali ke kamarnya setelah mendapatkan kabar baik dari sang bunda, juga nasehat dari keduanya. Rayyan sangat bahagia. "Alhamdulillah ya Allah, Semoga Allah memperlancar semuanya, kuliah Afikah juga terapinya. Aamiin ...," lirihnya.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 858 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Istri Warisan Sahabat

Istri Warisan Sahabat

Haidar menggelengkan kepala. "Bukankah Mas sendiri pernah mengatakan bahwa ikhlas itu adalah proses trial and error. Jadi, nggak serta merta langsung tercipta, kan. Allah pasti tahu apa yang sedang aku usahakan saat ini. DIA tahu aku berusaha sekuat tenaga untuk belajar mencapai apa yang disebut ikhlas. Kebahagiaanku bukanlah kemunafikan, Mas. Aku nggak sakit hati apalagi membenci pernikahan ini. Bukankah semua itu atas dasar keinginanku sendiri. Jadi, berbahagialah dengan Mbak Azza." Aliyah mengambil tangan Haidar, lalu menciumnya dengan deraian air mata. Ya, Aliyah menumpahkan segenap air matanya pada sang suami. Entah mengapa dia tak bisa membendung tangisannya lagi. Haidar mendekap erat
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Kakak Ipar Adalah Maut

Kakak Ipar Adalah Maut

“Eh, iya Non, takutnya ntar pada buru-buru, habis Bibi cuci sekalian mau diisi.” “Hm, ya udah.” Nala lalu berjalan ke arah dapur lainnya. Bi Darmi mengulang kembali aktifitasnya, dia membelakangi Nala tapi bibirnya komat kamit membaca surat Al-Ikhlas yang belum selesai dia baca sebelumnya. ‘Tadi uda berapa kali ya? Menurut petunjuk kan tiga kali-tiga kali, aku lupa … ya udah ulang lagi aja.’
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai buku ikhlas paling serius
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status