MENANTU yang DIREMEHKAN TERNYATA MERESAHKAN
"Di sini pasti perpusnya juga masih banyak buku, belum ada hologram projectornya."
"Ck, lebih bagus juga langsung pegang bukunya. Kebanyakan teknologi nggak baik efek radiasinya," tutur Kamila sembari menuntun Barra menuju kantor kepala sekolah. "Asal kamu tahu, sekolah ini pernah terakreditasi nomber satu di ibu kota, dulu waktu masih tingkat satu alias SMK, Mimi kepengen banget masuk ke sini, cuma biayanya mahal banget saat itu."
"Oh, jadi itu alasan Mimi menghasut Mami biar aku masuk ke sini? Karena dulu ini sekolah impian Mami gitu?" sambar Barra begitu saja.