Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Toxic Boss

Toxic Boss

"Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang." – Tere Liye. ****** Chapter 36
1034.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Penghakiman sang Penguasa Dunia

Penghakiman sang Penguasa Dunia

Tidak terlalu besar, namun punya halaman yang tebal, ini benar-benar seperti buku tua yang memiliki segudang pengetahuan. “Bacalah...” Tidak pernah Larien mendapatkan kesempatan seperti ini, hanya buku tentang kisah malaikat kematian yang isinya pernah dilihat, untuk buku lain, dia tidak ingin menjadi orang yang mencuri informasi. Tangan Larien perlahan mengarah pada buku tersebut, masih beberapa jentikan jarinya bergetar hebat, tapi ia tetap mencoba untuk tenang.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
The Demon's Bride

The Demon's Bride

Dan Bervis mengerti akan itu, sehingga dia pun bangkit dari sofa, kemudian membungkukan sedikit tubuh sebelum akhirnya menghilang lewat pintu yang terbuka. Tanpa adanya orang lain dalam ruangan, Sander ikut beranjak dari tempatnya duduk. Dia berjalan menuju perpustakaan dan mencari sebuah buku yang selalu dibaca setiap malam. Tangannya bergerak pelan menyusuri setiap buku pada rak yang ada, dan gerakannya terhenti begitu dia menemukan apa yang dicari. Sebuah buku tentang Rahasia Merayu Wanita dengan sampul merah muda mendominasi. Sander menarik buku tersebut dengan gerakan pelan, menyebabkan benda berisi ilmu pengetahuan itu terbang di udara dan mengikutinya dari belakang.
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

"Nyonya... ini kan jamuan makan untuk perayaan dan perkenalan. Membawa buku sejarah ke aula utama... orang akan menganggapmu aneh, atau bahkan menuduhmu bermaksud menyindir Kaisar dan para pejabat." Namun ia tetap berjalan ke rak buku di sudut ruangan, jari-jarinya menyusuri sampul buku sampai menemukan yang dimaksud: buku bersampul sutra pudar berisi catatan sejarah dinasti sebelumnya. "Ini dia," katanya sambil meletakkannya di meja dengan berat hati. "Tapi saya tetap khawatir." "Kau akan mengerti nanti saat kita sampai di sana," jawabku tenang sambil duduk dan membuka halaman pertama, menunggu kedatangan kereta.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku

Ia harus ingat, ini adalah bagian dari pertaruhan besar. Bima berjalan mendekat, langkahnya pelan, seperti harimau yang mendekati mangsa. Tiba di hadapan Lidya, ia dengan tenang mengambil novel dari tangan Lidya. Jarinya menyentuh punggung buku, membaliknya, seolah ingin memeriksa cetakan harga atau nomor ISBN, tapi Lidya tahu ia sedang mencar-cari sesuatu yang lain. Ada kerutan halus di keningnya saat ia melihat sampul, lalu senyum meremehkan itu muncul lagi di bibirnya.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

gerutu Jeslyn lagi. “Tapi kalau sisanya dari kertas, kayaknya ada satu buku yang baru aja disobek deh. Terus dibakar di sini,” ujar Jingga lagi yang menambahkan asumsinya. Alden kemudian bergerak dari tempatnya. Dia kemudian menjauh dari mereka. Beberapa saat kemudian, lelaki itu muncul lagi dari balik tembok. Di tangan, dia membawa sebuah buku biografi. “Maksud lo ini?” Jingga langsung bangkit dari tempat dan mendekati lelaki itu.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Delia berbisik, "Kenapa kau meminta mereka melihat video trending?" "Wanita tanpa busana waktu itu." Delia melotot mendengarnya dan memukuli Deryn. "Ya, kau mengajak mereka semua menonton tubuh seorang wanita?" "Bukan itu intinya, Sayangku yang cantik. Tulang dan serangga berkaki tiga pasti sudah tersebar luas di internet." Delia diam, dan mulai mengambil ponsel. Sejak tadi tidak berselancar di sana. Memang, kasus kematian yang aneh paling banyak dicari. Delia membacanya dengan meresapi.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
SEBUAH PENGHIANATAN

SEBUAH PENGHIANATAN

Dan tekanan demi tekanan yang aku hadapai aku anggap sebagai lelucon dalam hidup yang membuat setan dalam diriku ingin tertawa terbahak- bahak. Aku merasa lucu melihat mereka semua yang merasa sok pintar dan sangat ahli dalam hal apapun, ingat di atas langit masih ada langit, jadi kesombongan yang mereka ciptakan sebenarnya adalah bala untuk dirinya masing- masing. Mungkin saat ini mereka dapat dengan muda membuat dirinya sangat puas dengan caranya sendiri untuk menjatuhkanku, tapi mereka tidak tau bahwa aku bisa saja bertindak lebih kejam dari apa yang mereka lakukan, dan itu semua ada saatnya. Ketika saatnya tiba, bahkan mereka sendiripun akan lupa dengan namanya sendiri. Maka berhati- hat
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

ucapan Agista seolah membuat bunga teratai pun ikut bersedih karena pada saat yang bersamaan banyak sekali yang layu. Bunga teratai itu cepat mekar dan indah namun cepat pula layu, tapi bunga teratai mampu bertahan tumbuh walau pun di genangan air yang kotor sekali pun. Mungkin itulah kenapa Agista lebih memilih berteman dengan bunga teratai jika dia memiliki masalah ketimbang curhat pada teman-temannya. "Tidak!" Agista menjawab pertanyaannya sendiri.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Asmara untuk Abinawa

Asmara untuk Abinawa

Ia mengulurkan tangannya dan aku hanya menaikkan alisku karena bingung. “Gua mau minjem buku yang lagi lu pegang”, jelasnya yang kubalas dengan anggukan kepala dan bibir yang membentuk huruf o. Aku menyerahkan novel “Negeri Para Bedebah” karya Tere Liye itu kepadanya, namun aku tak mendengar ucapan terima kasih terlontar dari bibirnya yang agak tipis dan berwarna pink itu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai buku tere liye
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status