Membahas konsep penguasa alam semesta selalu bikin imajinasi melayang jauh. Di dunia fiksi, kita punya tokoh seperti 'The One Above All' dari Marvel atau 'The Presence' dari DC yang digambarkan sebagai entitas mahakuasa pencipta segala sesuatu. Mereka menjadi personifikasi dari kekuatan tak terbatas, seringkali dengan moral ambigu atau justru tak terjangkau pemikiran manusia. Tapi menariknya, ide tentang sosok penguasa semesta ini sebenarnya cermin dari kebutuhan manusia untuk memahami hal-hal yang melampaui logika.
Di sisi lain, dalam berbagai kepercayaan nyata, konsep dewa atau Tuhan juga kerap dianggap sebagai 'penguasa alam semesta'. Bedanya, keyakinan ini tidak sekadar narasi fiksi melainkan bagian dari sistem filosofis dan spiritual yang kompleks. Aku pribadi melihat ini sebagai dua sisi mata uang yang sama: manusia selalu mencari figur otoritas tertinggi, entah melalui mitologi atau agama, sebagai cara memberi makna pada keberadaan yang chaos.