Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Malang Tunarunguku

Suami Malang Tunarunguku

"Sekarang... waktunya snack time!" Rak cemilan adalah tempat Jennie tampak paling ceria. Dia menunjuk berbagai jenis keripik, cokelat, permen, dan biskuit, lalu memasukkan semuanya ke dalam troli dengan semangat seperti anak kecil. Liam hanya mengambil dua dus kecil minuman cokelat favoritnya, lalu berhenti, memeluk kotaknya sambil berdiri di belakang troli.
10960 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Sania sendiri yang menyiapkan bahan untuk bumbu bistik, sementara Aya dan Lia menggoreng kerupuk, mengupas timun dan menanak nasi. "Oh ya, Kak, hari ini kita harus ngerjain pesanan snack box. Total 100 kotak. Terdiri dari putu ayu, lapis rainbow, sama ketan inti. Nanti diambil pada jam 03.00 siang." Aya mengingatkan.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Pungguk Merindukan Bulan

Pungguk Merindukan Bulan

"Snack yang asyik? Banyak dong, Bang. Kentang goreng, tela-tela, tahu katsu, batagor, siomay, jasuke … Silakan pilih Bang, saya buatkan dulu kopi susunya." Derya mulai melihat-lihat snack asyik yang ditawarkan Tessa tadi. Sayang, tak ada satu pun yang dapat menggugah selera makannya termasuk si crunchy tela-tela. Biasanya dia suka, terutama saat hujan atau mendung. "Ini Bang, kopi susunya." Tessa mengangsurkan cangkir putih gading, lengkap dengan lepekan supaya mudah dibawa ke ruang kerja. "Jadi, snack-nya apa, Bang?"
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Tipu Muslihat Suami Jahat

Tipu Muslihat Suami Jahat

“Apa Pak Bram mengingat sesuatu tentang camilan itu? Apa Pak Bram pernah memakan camilannya?” tanya Gamal yang menyadari jika Bram terlihat sedang memikirkan sesuatu. Peter tiba-tiba menoyor kepala Gamal yang dianggapnya sok tahu itu sambil berkata, “Semua orang di kota ini pasti pernah makan Charty Snack. Dari zaman gue SD juga snack itu udah ada, bambang!” ucap Peter sangat kesal.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Menantu Tak Dihormati Ternyata Putri Konglomerat!

Menantu Tak Dihormati Ternyata Putri Konglomerat!

"Sebentar lagi main." Irene mencari posisi duduk ternyaman, serius melihat layar televisi. "Nonton tidak ada camilan rasanya ada yang kurang." Kevin pergi ke dapur tidak lama kemudian sudah kembali lagi dengan membawa beberapa bungkus Snack. "Darimana ini?" tanya Irene mengambil satu bungkus snack keripik singkong. "Itu di lemari belakang banyak. Aku sengaja beli agar saat aku ke sini ada camilan."
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Mama Muda Milik sang Konglomerat

Mama Muda Milik sang Konglomerat

Tigran lalu memandang Naomi, Naomi menatapnya balik, “Tenang saja ini biscuit aman untuk di makan balita seperti Kayla. Biscuit ini diproduksi dengan bahan-bahan premium, memang dikhususkan untuk si kecil.” Naomi memperhatikan bukusan bertulisan Yummy Bites berwarna pink. Ia baru melihat biscuit itu dan di sana tertera tulisan apple flavor, di sana terdapat nama lebel terpercaya yaitu Mayori. Ah, siapa tidak kenal dengan perusahaan yang memprodusen sekelas Mayori.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Nona CEO Looking for Love

Nona CEO Looking for Love

tanya Indun yang mulai serius. "Em mau untuk toko camilan Bu. Perusahaan saya memproduksi banyak camilan, seperti keripik kentang, keripik tempe, kacang atom, dan masih banyak lagi. Jadi niatnya untuk orang yang datang hanya sekedar singgah, buat oleh-oleh. Atau bisa juga buat camilan di rumah."
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Bukan Milkku

Bukan Milkku

Bingunnya, karena saking banyaknya jenis minuman di dalam kulasnya, tapi pada akhir dia tetap memilih minuman rasa Susu Jeruk. Tapi dia merasa aneh dengan isi kulkasnya. "Ini makanannya mana? Masa cuma dua snack lagi! Konsepnya gimana, yang beli ini!" Dumel Sana, dia akhirnya tetap mengambil dua snack terakhir di kulkasnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Ia mendorong troli itu ke kulkas penyimpanan nugget dan sosis. “Jangan beli yang tak perlu,” sergah Svaha sambil melihat daftar belanja mereka. “Apa itu Fleshyum?” “Itu merk nugget.” Arkana memutar bola matanya, menunjuk ke salah satu bungkusan makanan siap saji dengan tingkah merendahkan. “Oh.” Svaha mengambil beberapa bungkus. “Dari mana kamu tahu?” “Insting perempuan.” Arkana mengejek, “Tidak, aku melihatnya di kulkasmu pagi ini. Tepat di sebelah daun salam.”
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Boneka

Aku Bukan Boneka

"Undanganku ini juga dikirimkan secara pribadi oleh Justin .... Dia berkali-kali mengingatkanku untuk membawa teman-temanku untuk mendukung pameran ini." "Punya suami sebaik itu, kenapa harus menikah dengan pria dari keluarga miskin yang hanya ingin dinafkahi oleh wanita?" Pertanyaan tajam itu tidak mengusik Fara, tetapi apa yang dikatakan mereka membuat ekspresinya berubah secara drastis. Ini pertama kalinya dia gagal memanipulasi kerumunan penonton. Dia mengibaskan tangannya seperti orang gila, "Kalian jangan bicara omong kosong! Wanto sangat baik! Dia bahkan membawakan aku oleh-oleh dari kampung halamannya! Sekantong jamur kuping!"
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai bungkus snack
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status