Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Butterfly Effect

Butterfly Effect

elemenope
Hidup hanyalah sebuah perjalanan, merubah suatu keadaan yang dihadapi. Mau tetap jadi ulat yang hanya tahunya puncak dedaunan, atau hanya jadi terbelengu kepompong yang terus menutup diri, tapi ada pilihan menjadi kupu-kupu yang bersayap indah, yang bisa terbang tinggi dan sejauh jarak yang mampu ia tempuh. Drama hidupnya berliku, berawal dari sebuah penderitaan tak terduga, ketika sahabat baiknya menjadi orang ketiga dari pernikahan orang tuanya. Akankah ia lepas dari penderitaannya, adakah yang mau mengulurkan tangannya tuk membuat dirinya jadi kupu-kupu? Novel ini menggunakan PoV2, sudut pandang orang kedua, dan berlatar belakang etnik china.
9.33.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as butter asako yuzuki
Read
+Library
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Ini tentang Alle yang mencintai sahabatnya -Earl Sanders-, namun sang sahabat mencintai wanita lain yang tidak seharusnya pria itu cintai. Sebuah permintaan dari Earl tentang pernikahan untuk menutupi hubungan terlarang itu membuat Alle setuju. Dia akan mempertaruhkan hidupnya untuk membuat Earl juga mencintainya, walau dia tau resikonya, dan tentu perjuangannya tidak akan mudah, akan selalu ada rasa sakit yang harus dia rasakan di setiap langkah, namun dia tetap akan mencobanya. Mendapatkan cinta dari sang sahabat. Namun, sebuah fakta terungkap, Earl yang mengetahui jika Alle mencintainya dan melanggar janji persahabatan mereka sangat murka. Dia melakukan kesalahan fatal dengan mengusir
109.8K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as butter asako yuzuki
Read
+Library

Frequently Asked Questions

The question of whether 'Butter' by Asako Yuzuki is rooted in reality comes up a lot. It's a fictional novel, but its premise feels so sharply observed it could be a documentary about modern alienation and consumerism. Yuzuki spent years researching gourmet food culture and the psychology of those deeply involved in it. The novel's plot is invented, but its textures—the meticulous descriptions of ingredients, the rituals of cooking, the online communities—are drawn from real-world immersion. It taps into a specific zeitgeist that makes it feel 'true' in a cultural sense, even if the murders are purely from the author's imagination.

I think that's why it hits so hard. It’s not reporting events, but it’s absolutely reporting a mood. The way it dissects loneliness and the search for meaning through obsession reads as painfully authentic. So, fiction, yes. But fiction that feels unnervingly recognizable.

You may also like
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status