Malam Pertamaku yang Kedua
"Buka ba junya."
"Pelan-pelan, ya, nanti sakit."
"Iya... Ini juga pelan-pelan, Sayang. Kalau gak mau ngerasain sakit, kamu merem, ya, jangan diliat."
"Gak papa, aku kan udah gede."
"Lain kali jangan main di sana lagi, ya. Itu perosotannya udah jelek, ke gores kan pundak kamu."
Anak kecil berusia empat tahun itu mengangguk. Ia sedikit meringis saat sang Bunda mengoleskan obat luka.