Go Away
"Maafkan aku, Mama ...."
Diana cepat-cepat menyeka air matanya yang mulai membasahi pipi. Ia mencoba tersenyum sendiri untuk dirinya agar tetap tenang dan tegar. Toh, semua ini sudah terlanjur, ia harus tetap melangkah dengan keputusannya ini. Seperti halnya keputusannya menjejakkan kaki ke Korsel untuk pertama kali hingga kini. Ia tetap bisa berdiri dengan jenjang, sekalipun hatinya rapuh akan angan yang tak kunjung digapai, akan angan yang harus ia relakan menyakiti perasaan Mama terlebih dahulu.
Hot Chapters