BERTUKAR TUBUH DENGAN MUSUHKU
Tapi, hatinya tidak cukup kuat menerima kenyatan harus memikul profesi yang sangat dirinya benci.
“Ra … buang ego kamu dulu, ya. Yang penting sekarang adalah kamu gapai tujuan kamu, dan banggain almarhum papa kamu,” ucap Ros pelan, namun lirih.
Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya perempuan itu mampu mengambil keputusam. Dia mengangguk kecil dan berkata, “oke, aku usahain!” serunya mantap.
Ros tersenyum senang. Dia berhamburan memeluk sang sahabat, dan mendekapnya erat. “Aku tau kamu pasti bisa melewati semua ini, Ra!”
Hot Chapters