MEREBUT HATIMU
"Sebagai permintaan maafku tentang sikapku yang tak sopan dua hari lalu sungguh tak bisa membuat aku tenang jika belum minta maaf pada Dik Soleha,"
"Aku sudah memaafkan, kok," terdengar tulus suara Anisa.
"Alhamdulillah," tersenyum Tony.
"Tapi tolong diterima undanganku minum teh di cafe murah meriah tapi sejuk dan damai," dengan gaya seorang waiter mempromisikan tempatnya mencari nafkah. "Mampir di Cafe Santai Tapi Sopan,"
Anisa tersenyum, "Wah nama Cafenya boleh juga, tuh, "
Hot Chapters