WARISAN YANG DIRAMPAS
"Biasanya Mbak Ira punya banyak cemilan, tolong ambilin dong, Nur."
Baru saja aku memasuki pintu ruang tengah, Mbak Diah yang sedang duduk santai di sana langsung memerintah. Ini orang datang-datang kayak yang kelaparan. Tanpa menjawab, aku pun berbalik. Teringat tadi di meja makan seperti melihat tahu isi, mungkin bekas sarapan Mbak Ira dan keluarganya. Dan benar saja, masih ada lima biji tahu isi di sana. Segera aku pindahkan ke piring yang lebih kecil, lalu tiba-tiba aku punya ide. Sambil menahan senyum aku pun berbalik ke dapur untuk mencari cabe rawit di kulkas. Ku ambil beberapa lalu ku masukkan ke dalam tahu dengan hati-hati hingga sepintas tidak terlihat bekasnya.
Hot Chapters