Obsesi Tuan Muda Candra
Candra mengangguk, matanya tertuju pada foto-foto yang terpampang di dinding lobi—Hasan yang kini menjadi instruktur musik untuk anak-anak, Rudi yang sedang membacakan cerita di acara literasi nasional, Maria dari Raja Ampat yang sedang mengajar ibu-ibu menggambar, dan Joko dari Fakfak yang menunjukkan hasil panen pertanian bersama keluarganya.
"Saat aku pertama kali bertemu denganmu, aku berpikir obsesiku akan membuatku hancur selamanya," kata Candra dengan lembut. "Kamu yang mengajarkanku bahwa rasa sakit bisa menjadi bahan untuk menciptakan sesuatu yang indah."
Lina tersenyum. "Kita saling menyelamatkan, Candra. Dan kini kita melihat hasilnya—setiap orang yang kita bantu menjadi pelita ba
Hot Chapters