Kehidupan Kedua
"Mau ke mana, Nadisa?"
"P-pulang, aku mau pulang." Ya ampun, suaranya terdengar gagap dan bodoh sekali. Nadisa rasanya ingin mengubur dirinya sendiri. "Kamu, Narendra?"
"Aku mau ke tempat muridku," jawab Narendra.
"Murid? Kamu … mengajar?"
"Hanya tutor biasa. Membantu anak sekolah untuk belajar matematika," jawab Narendra dengan senyuman.
"Hebatnya..."