Bukan Semata Fisik
Angin malam mulai menyibak rambut Linara yang hanya sebahu, perlahan menghembus dengan lembut, beberapa mesin kendaraan juga masih terdengar saat malam hari, gemerlap lampu menghiasi kota Gerbang Dunia ini.
Kepalanya menengadah melihat langit, bintang bertebaran penuh ria melihatkan cahayanya yang anggun, begitu juga bulan yang membulat indah saat malam itu. Seketika tenang rasanya memandang langitnya. Seaakan semua gundah dan penat terobati sesaat.
“Coklat panas,”
Seseorang datang menghampiri Linara begitu saja dengan mengantar segelas coklat panas.
Hot Chapters