Rahim yang Tergadai
"Pasar malam?"
Maiza mengangguk. "Pasar malam tradisional. Yang ada bianglala, komidi putar, wahana-wahana sederhana, dan permainan-permainan klasik yang menyenangkan." Matanya mulai berbinar saat membayangkannya. "Sejak kecil aku ingin ke sana, tapi selalu nggak bisa. Aku pengin tahu rasanya, pengin merasakan keseruannya."
Galen menatapnya beberapa detik, lalu senyumnya mengembang. "Kalau itu keinginanmu, kita pergi sekarang!"