Benih Yang Ditinggalkan Kakak Ipar
Ia mundur selangkah dari ambang pintu, memberi isyarat masuk dengan anggukan kepala kecil.
“Masuklah. Sebelum ada yang melihatmu berdiri di luar kantor saya seperti orang yang mencari jawaban, bukan seseorang yang seharusnya patuh pada perintah.”
Kantor Dimas adalah benteng kendali—panel kayu gelap, pencahayaan yang diatur cermat, bayangan jatuh di atas peta militer dan rencana strategis perusahaan. Semua itu kini terasa nyaris mengejek, kontras dengan betapa kehidupan pribadinya telah hancur berantakan. Udara dipenuhi aroma wiski mahal dan sesuatu yang lain—sesuatu yang lebih liar, lebih primal, membuat kulit Rani meremang tanpa alasan yang jelas.
Hot Chapters