Bidadari Surga Milik CEO
Bibir Zalman melengkung, membentuk senyuman tipis, "Nanti saja, nanti pagi. Saya hanya mau melihat dan mengobrol denganmu saat ini."
"Okay, nanti pagi aku siapkan."
"Selain melakukan hal tadi, ada yang lain, yang harus aku ketahui?"
Ghina berpikir sejenak dan mengulik kembali harinya, "Ah, satu hal lagi. Sebenarnya, seharian ini aku sedang belajar membuat novel, Mas."
"Novel?" ulang Zalman, memastikan ia tak salah dengar.
Kepala mungil Ghina mengangguk excited, "Heum. Sebuah cerita. Aku mendadak begitu ingin menulis tentang kisah kita ke dalam sebuah buku."
Hot Chapters