Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Ia kemudian menambahkan, dengan nada yang lebih ringan, "Buatkan popcorn untuk menemani kita nonton nanti. Aku suka yang asin dan mentega."
Permintaan spesifik tentang popcorn itu sepertinya berhasil mengalihkan pikirannya dari keraguan. Sebuah tugas yang jelas. Nia mengangguk pelan, wajahnya masih merah tapi sudah tidak terlihat panik seperti tadi.
"Baik, Pak. Saya akan buatkan popcorn," ujarnya, lalu berbalik menuju dapur, seolah bersyukur memiliki sesuatu untuk dikerjakan.