Hasrat Seorang Ipar
Untung aku menyetok agar-agar, sirup, dan santan instan.
Hanya perlu lima belas menit untuk menyiapkan steamboat yang hanya perlu dicemplung-cemplungkan tersebut. Kala selesai menghidangkan, aku terpana melihat Arifin yang sibuk menuang minuman warna merah muda itu ke dalam gelas-gelas. Meski cowok, dia telaten sekali. Saat kucicipi, rasanya pun pas. Tidak kemanisan maupun hambar.
“Besok jualan es kopyor aja kamu, Ar. Buka di depan!” Kuacungkan dua jempol padanya. Lelaki itu tertawa sambil garuk-garuk kepala.