Mr. Radhika
Mungkin maksud dari pamali yang diucapkan mendiang ibunya, mengarah ke arah situ.
Sepertinya sudah saatnya membalik telur yang sedang ia goreng, Tasya mengambil spatula yang tidak jauh dari kompor. Perlahan-lahan Tasya mengangkat telur dalam wajan, namun dia merasa kesulitan. Tasya menghela napas, dengan sekali gerakan dia membalik telur tersebut, namun pada akhirnya telur itu tidak terbalik dengan sempurna, hanya sebagian saja, sekarang bentuknya menjadi tidak keruan.
Tasya membolak-balik telur itu, hingga hancur menjadi beberapa bagian. “Bodo amat, ah. Yang penting mateng.”
Hot Chapters