Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
“Aku akan pastikan bukumu tidak hanya terbit — tapi diterjemahkan, didistribusikan. Kau dapat royalti setimpal. Dan ketika filmnya dibuat? Kau bukan hanya penulis di kredit pembuka — kau ikut duduk di kursi produser naskah. Kau dapat bagi hasil. Ceritamu, hakmu, uangmu.”
Rio menyeringai, menepuk bahu Bumi pelan. “Dengar itu, Kang. Dulu kau dipatahkan karena kemiskinan. Sekarang kata-katamu dibayar mahal — dan disimak oleh seluruh dunia.”
Pandu menimpali, tertawa kecil, “Jadi kalau kau ragu bikin outline, ingat saja: setiap halaman naskahmu sama dengan kursi penonton, tiket terjual, dan saldo rekeningmu yang tidak pernah dicibir orang lagi.”
Hot Chapters