Wanita Masalalu Suamiku
Menggunakan akun lain, memprivasi akunnya, membuatku tak bisa melihat apa saja aktifitasnya di akun jahan*mnya itu.
Jariku tak bisa menahan diri untuk tidak mengetik di kolom komentar, “pengganggu memang seterusnya menjadi pengganggu!” dan tak berapa lama, komentarku dihapus oleh si pemilik foto.
“Murahnya harga dir*mu, bahkan lebih mahal dari harga sepatuku!” tulisku lagi, dan tak lama kembali dihapus.
Aku yang masih geram, memilih men-capture akun milik mas Aldi, mengirimkannya pada aplikasi hijau dan ditanggapinya dengan sebuah keterkejutan.
Capítulos em Alta