Klinik Pemuncak Gairah Pria
“Aku harus belajar lagi, Pa. Selama ini aku pikir aku bisa menulis. Aku menyebut diri penulis, bukuku laku, bahkan disebut best seller. Tapi nyatanya aku dibohongi Tomi. Banyak yang bukan murni kemampuanku. Sekarang aku ingin benar-benar menulis dari hati dan melihat sejauh mana aku mampu.”
Aliman menatap Indra cukup lama. “Menulis perlu wadah sendiri?” tanyanya kemudian.
Indra menoleh. “Maksud Papa?”
“Kalau mau serius, apa kamu perlu penerbitan sendiri? Kalau nanti difilmkan, apa perlu rumah produksi sendiri?” Aliman berbicara datar, seolah semua itu adalah hal yang mudah diwujudkan.
Hot Chapters