Haid Pertamaku
Teriak keras, Mami Merry mengancamku.
Mami Merry, meninggalkan aku yg terkulai di lantai, diikuti yang lainnya.
Asmah segera menghampiri, memelukku erat, menangis terisak-isak dipelukannya, dan menangis kami bersama.
"Yang sabar yah Ra," ucapnya, sembari terus memelukku.
***
Malam ini, aku didandani layaknya orang dewasa, malam ini, aku dipaksa menjual keperawananku, kepada pemenang tender tertinggi yang aku tidak tahu siapa
Hot Chapters