MADU SATU MERTUA
“Aku mau bekerja. Itu yang aku butuhkan saat ini. Aku tidak ingin yang lain. Aku ingin berhenti menjadi wanita mandiri dan wanita yang bodoh.”
“Apa maksud kamu bodoh?” tanya Danang menyelidik.
“Kamu lebih tahu itu, Mas,” lirih Rasti.
“Aku akan beri kamu Atm. Aku punya dua. Itu ATM cadangan, maksud aku, ATM tabungan. Ada ratusan juta di sana. Bisa kamu pegang, aku pegang yang buat transfer bisnis saja. Supaya kamu tahu dan tenang, tidak ada siapapun yang akan menendang kamu dari hidupku,” janji Danang.
Hot Chapters