Cinta yang Tak Terpatahkan
“tidak, tidak, terimakasih. Aku tidak ingin mendengar cerita itu lagi. Tahun lalu aku hampir mendengarnya setiap hari, aku bahkan sampai hapal ceritamu ketika aku tidak ingat sedikitpun pelajaran sejarah yang sudah aku coba ingat selama sebulan.”
Sambil melepaskan tangan sang sahabat dari mulutnya, Yui berkata, “baguslah jika kau tahu. Jika kau ingin mendengarkannya lagi, aku tidak akan ragu untuk bercerita.”
Hari sudah semakin sore, rangkaian acara juga sudah berakhir sejak lama, kini setiap murid akan kembali ke asrama, tidak ada satupun dari mereka yang terlihat lesu, semua merasa senang, apalagi murid kelas tiga karena itu adalah pekan olah raga terakhir mereka di WISH.
Hot Chapters