Istriku Seorang Juragan
Sebelum Jingga melanjutkan ucapannya, entah dorongan dari mana tiba-tiba aku memberikan kecupan hangat di bibirnya.
"Ngomong lagi, aku cium" ancamku kesal. Sekesal mungkin.
"Kita cerai aja kang!" Bukannya takut ia malah melanjutkan ucapannya yang terpotong.
Aku yang semakin dibuat kesal olehnya, langsung saja mendekatkan wajahnya ke wajahku. Lalu ku cium kembali bibirnya, namun kali ini ciuman yang tak biasa. Ciuman yang lebih dalam, berubah menjadi lumatan hingga ku rasakan tubuh Jingga menegang. Namun, aku menikmati ciuman ini. Ciuman pertamaku yang aku berikan padanya secara cuma-cuma. Ya tuhan, sekarang bibir dan mulutku sudah tak perjaka lagi.
الفصول الرائجة