Pesan Nyasar Dari Sahabatku
Memang bedebest kalilah suamiku dalam hal kibul-mengibuli wanita.
“Astaghfirullah, iya, deh, kayanya,” jawabku sambil memijat pelipis. “Pikiranku sepertinya sudah ternodai oleh cerita-cerita pelakor,” lanjutku.
“Ri, nggak boleh nonton atau baca cerita seperti itu. Kamu mendingan baca-baca buku parenting, deh.” Mas Hendra mengelus-elus rambutku. Duh, manisnya suamiku. Lagi ngebujuk ya, Sayang? Maaf ya, tapi istrimu bukan istri yang kelewat dungu seperti kemarin. Mata batinku sudah terbuka!