JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
Cerita ini disampaikan Nirwan dari surat yang ia tinggalkan sebelum lari membawa Eyangku dari pondok.
Saat itu, Nirwan berharap kalau Watri, santri keterbelakangan mental itu dibawa pulang ke daerah asalnya, tapi Nirwan salah besar.
Aku beringsut sembari merogoh kantong baju, membaca sekali lagi isi surat kabar yang mempertontonkan latar waktu kejadian kematian Watri.
“Sukra wengi,” pungkasku.
“Artine iku wengi jemuwah, wong dhisik pracaya wengi sukra yaiku wengi kang apik kanggo nglakoni ritual menyerahkan tumbal.”