Dinikahi Mas Pandu
Terutama Duta yang gerakannya cepat saat menedang.
Lalu Pandu duduk di karpet, masih berhadapan dengan tiga bayinya. "Udah minum susu, kan? Sama Uti diajak main apa? Pasti ngerumpiin Om Ageng ya, terus sama Uti Sri, diceritain dongeng apa? Bukan kancil nyuri timun, kan? Sekarang kancil nyurinya duit." Pandu masih menatap.
"Walah, Ndu, jangan diajak gendeng sekarang, kasihan cucu-cucuku," sahut ibu yang sudah bersiap diri.