SAHABAT DAN KISAH CINTAKU
Sintia benar-benar hancur, kosong dan terluka.
Di lain sisi, Hery berkali-kali meminta maaf kepadaku, tapi entah mengapa bukan rasa sayang atau cinta yang tersisa, tapi satu hanya rasa kecewa, benci dan menyesal telah mengenalnya selama ini. Aku pun berpikir lebih baik aku harus menjauh dari Hery demi masa depan dan mimpi-mimpiku, persetan dengan janjinya yang akan menikahiku dan melamarku dengan segera. Aku tidak mau hidupku hancur lebih dalam lagi, hidupku hancur, hati orang tuaku pun pasti akan menangis karena semua ini. Jika aku teruskan hubunganku dengan Hery entah besok atau lusa mungkin aku bisa berbadan dua dengan gaya pacarannya yang di luar logikaku. Sex bebas, hal yang mungkin mer