Suatu Senja di Tanah Senja
“Kenapa kau diam? Apa ada yang kau pikirkan?”
Mardian mendesah. “Tidak, aku hanya… ya, kau tahu, tak begitu memahami apa sebenarnya yang terjadi pada diriku.”
“Aku dapat mengerti keresahan jiwamu. Itu hal yang wajar.”
Mardian mengela napas. “Parta pernah bercerita kepadaku bagaimana dia kehilangan iman, bagaimana dia menjadi komunis sejati. Itu terjadi saat dia masih di Serikat Islam dahulu. Waktu itu dia sedang dalam misi mata-mata. Mereka tiga orang. Di antara mereka ada seorang yang bernama Ali Imran. Dia anak seorang guru mengaji di Banten yang sangat soleh. Meski sedang dalam misi, dia tak pernah meninggalkan kewajiban. Lalu, pada suatu malam keberadaan mereka diketahui oleh musuh. Bebe
الفصول الرائجة