Istri Tanpa Suami
Berkali-kali ia menelan salivanya, ingin mengajak Ami ke ranjang saja daripada menerima tamu undangan.
"Sayang, kenapa kamu bak cinderella yang disulap menjadi Tuan Puteri? Masya Allah, betapa beruntungnya saya memiliki istri secantik kamu, luar dalam," puji Emir begitu tulus. Emir sudah berdiri di depan cermin, meletakkan dagunya di pundak sang istri, yang ditutupi baju berbahan brukat lembut.
"Kami permisi ya, Nyonya," ujar tiga orang perias, yang melihat malu-malu kedekatan Emir dan juga Ami.