Membaca 'Ngeri-Ngeri Sedap' itu seperti menyelam ke dalam kolam emosi yang dalam. Bene Rajagukguk menceritakan perjalanan keluarga Batak yang penuh konflik tapi juga hangat. Aku suka bagaimana novel ini menggambarkan dinamika antara orang tua yang tradisional dengan anak-anak yang sudah terpapar budaya modern. Adegan saat mereka berdebat soal adat versus kebebasan individu itu bikin aku merenung lama.
Yang bikin spesial, ceritanya nggak cuma hitam-putih. Ada nuance di setiap karakter - dari papa yang keras kepala tapi sebenarnya penyayang, sampai mama yang jadi penengah dengan cara-cara unik. Endingnya yang penuh kejutan bener-bener nggak terduga!