Sang Penakluk
Siang itu, ketika Nunik mengajak Genta kembali untuk makan siang bersama, pria itu tetap menolak dengan dingin.
“Nik, sia-sia kamu usaha narik simpatinya. Hati Genta sudah tertutup,” timpal Rini, bendahara Genta, padanya.
“Dia sudah punya pacar? Kok nggak pernah liat?” tanya Nunik.
“Tunangan. Tapi sepertinya sedang dalam kondisi yang galau. Padahal ibunya udah kesengsem,” jawab Rini sambil meraih kalkulator.