Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ruang Rindu

Ruang Rindu

kata Fatira sambil memenuhi mulutnya dengan martabak coklat keju kesukaan kami berempat. "Biarin aku mikir dulu Fat... nanti aku bakal cerita..." kataku lalu berkutan dengan buku dan bolpoint biruku. Tak lagi memperdulikan wajah mereka yang menampilkan banyak ekspresi saat saling bertukar cerita. Dan tiba-tiba hujan turun membuat ketiga kawannya saling bersorak entah dalam artian apa. "Ara... nggak capek dari tadi nulis terus kamu?" Tanya Fatira penasaran lalu mendekat ke arah ku.
107.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Claudia's Gift Shop

Claudia's Gift Shop

Ia membawa beberapa dan menunjukkannya pada Riana. “Coba lihat ilustrasi ini, kak.” Claudia menyerahkan majalah remaja yang baru saja diambilnya itu.Pada halaman sampulnya terlihat ilustrasi pasangan muda-mudi yang berteduh bersama di bawah payung dari hantaman hujan sepulang sekolah. “Ilustrasi yang bagus ya, orang yang membuatnya pasti sangat berbakat.Kalau tidak salah ini ilustrasi dari cerita bersambung ‘cinta di musim hujan’ bukan?” tanya Riana.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Terjebak Kontrak Dengan Tuan Muda

Terjebak Kontrak Dengan Tuan Muda

Ia mendongak karena langit sudah meneteskan airnya sedikit demi sedikit hingga terjadilah--hujan. "Hujan, kenapa harus sekarang kau turun?" semakin sedih rasanya, duduk sendiri seperti itu di tengah hujan. Setengah jam berlalu, hujan masih belum juga reda, Elea memegang perutnya karena sudah mulai berbunyi. "Aku lapar," gumamnya menoleh ke kiri dan ke kanan, untuk sampai di kafe ujung dia harus berlari, dan tentu saja akan basah.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
PERFAKE HUSBAND

PERFAKE HUSBAND

Pagi yang mendung. Sedari malam, Surabaya diguyur hujan. Langit seolah tahu, bahwa aku merindukan Jakarta dan seisinya hingga menangis. Drrrrt~ Aku meraih ponsel di nakas, “Adit?” “Ra, halo? Ra, urgent banget lo harus pulang.” Adit bicara dengan hebohnya. “Lo—kenapa?” “Gue kecelakaan, Ra.”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Dapatkan Mansion di Awal

Dapatkan Mansion di Awal

DUM— Petir menggelegar, kilat menyambar langit, seolah-olah siang tiba seketika. Sekejap. Hujan deras mengguyur seperti air terjun. Di malam itu, Chu Nan melihat melalui jendela. Hujan yang turun seperti peluru besar semakin mencerminkan suasana hatinya. Orang-orang yang lewat berlarian terburu-buru, mencoba melindungi diri dengan tas kerja dan pakaian mereka. Hati mereka merasakan keputusasaan yang sama dengan Chu Nan.
1013.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

“Gue masih bisa hidup, Bang… cuma nggak tahu buat apa.” Kalimat itu menggantung di udara — dingin, jujur, dan menyayat. Di luar, hujan turun perlahan. Seolah langit pun ikut menangisi cinta yang sudah terlalu lama dibiarkan terluka. *** Malam – Rumah Lama di Jakarta (Milik Rania, Bunda Amanda) Hujan baru saja reda. Sisa-sisa rintiknya masih menetes dari atap rumah tua berwarna krem yang kini tampak sedikit kusam.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Madu Muda : Ketika Cintaku Direnggut Paksa

Madu Muda : Ketika Cintaku Direnggut Paksa

Ah, percuma sudah. ** Pukul empat sore, desa diguyur hujan, petir besahutan menimbulkan kilat yang sesaat menerangi rumah kelabu tempatku berada kini. Tetesan hujan menderas, menimbulkan bunyi syahdu yang menghadirkan sejuta makna dan rasa. Aku berdiri di pinggir jendela sambil mengetatkan pasmina yang menutupi bahuku, sambil sesekali berdoa semoga Mas Hamdan dan anak kami bisa pulang dengan selamat tanpa drama terjebak lumpur atau motor mereka macet.
1020.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
PEMBANTU NAIK KELAS

PEMBANTU NAIK KELAS

Langit tampak akan menurunkan hujan sebentar lagi. “Mau hujan kayaknya. Aku harus segera pulang.” Rere mempercepat makannya. “Nanti aku anterin. Kamu makan pelan-pelan saja.” “Aku sebenarnya suka hujan. Tapi, kalau butuh di luar kayak sekarang, baru deh susah. Takut kehujanan.” Tawa menghiasi wajah kuning langsat Rere. “Kalau langit mending gitu, apa yang kamu pikirkan tentang langit? Lagi sedih atau bersuka cita?”
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

TANTE MALIKA : MANISNYA DENDAM ADIK TERSAYANG

) Ditambah emot api. Hujan telah reda setelah mengguyur bumi Kintamani selama tiga jam. Malika pamit pulang paling awal setelah terjebak di dalam gudang jeruk. Kakinya yang montok berlari kecil menapaki jalanan basah dipenuhi guguran daun pinus. Sementara itu Mas Edi dan anak-anak muda masih betah duduk di depan perapian sambil berdiskusi terkait videonya.
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 225 kali sebagai cerita pendek hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status