Saudara Angkatku, Rivalku
“Pak, makasih sekali lagi, ya. Saya benar-benar terbantu. Kalau ada masalah begini, di Jakarta pasti mudah manggil taksi online jam berapa aja. Tapi saya udah lari ke Jogja, jadi ya … akhirnya merepotkan. Sekali lagi makasih banyak, Pak Res.”
“Lari?” tanya Respati, sedikit tertarik karena kata itu.
“Iya, lari. Saya pindah ke Jogja ini kan mendadak banget. Saya lari dari Jakarta, Pak,” cerita Risa, suaranya menjadi lebih pelan dan reflektif. “Saya enggak betah sama keluarga baru Ayah saya. Ayah saya menikah lagi, dan saya punya ibu tiri yang dingin. Dan adik-adik tiri yang cemburuan.”
Sikat na Kabanata