Dibuang Suami Pelit, Dinikahi Sang Pewaris
sahut ibunya Malik.
Malik mengeluarkan kedua tangannya, berjalan mundur mensejajarkan kakinya denganku.
Ditariknya sebelah tanganku, kami maju beberapa langkah mendekati mereka.
“Maaf, Sayang. Jujur aku bohong sama kamu. Papaku memang sudah meninggal, tapi Mamaku masih ada. Kami tinggal berjauhan, karena Mama menikah lagi dengan orang luar. Malam sebelumnya waktu kita masih di rumah Ayah, aku sempat ingin bercerita tentang ini sama kamu. Tapi waktu itu kamu sakit perut, sampai aku lupa mau bercerita. Kamu boleh marah padaku, tapi kamu jangan menghukumku, karena aku ingin selalu bersamamu!” ucap Malik, tak lama dari itu dia mengecup dahiku.
Chapitres populaires