Mendadak Menjadi CEO
"Alhamdulillah, Nak. Keputusanmu merantau ke Jakarta ternyata tidak salah. Sekarang, jaga kepercayaan majikan kamu baik-baik, terus belajar, dan bekerja keras. Ibu yakin, kamu bisa membuktikan pada teman-temanmu yang selalu menghinamu di sini bahwa kamu bisa sukses di atas keraguan mereka."
Teguh mengangguk, masih teringat jelas sebelum dia memutuskan ke Jakarta, dirinya hanya seorang kuli bangunan yang sering dihina karena Teguh adalah anak pintar dan selalu juara saat sekolah, akan tetapi sekarang malah bekerja menjadi kuli bersama teman-teman sekelasnya yang bodoh dan nakal.
"Apa saat aku berangkat, ada yang menyusul ke rumah karena aku sudah memukul orang sampai pingsan?" tanya Teguh pad
Hot Chapters