Hamil anak siapa?
Nadia mengangguk, ia sendiri berjalan ke meja belajarnya, membuka buku sketsa pakaian yang dibuatnya, sambil menemani sang putra tidur.
Keesokkan harinya. Tak ada yang mencibir atau menggunjing dirinya, semua orang tampak biasa saja. Nadia cukup nyaman dengan kondisi ini. Ia hanya menyapa Cerry yang terlihat sungkan menyapanya.
"Nad, Sorry kemarin gue ikutan--"
"Nggak apa-apa, itu hak elo. Gue emang janda dan udah punya anak satu. Suami gue meninggal karena sakit jantung. Itu fakta, kok."