Hotel Bekas Pembunuhan
Sepertinya ini bis terakhir, terlihat dari penumpangnya yang sangat sedikit, aku menghitungnya hanya ada empat orang selain aku, tiga laki-laki di badan bis belakang, satu perempuan duduk di kursi yang berseberangan dengannku, kursi khusus penumpang wanita.
Seperti biasanya, lampu di dalam menyala terang, dengan begitu aku dapat melihat dengan jelas ke setiap bagian bis.
Dalam gelapnya malam yang semakin larut, kami membelah barat Jakarta menuju bagian selatan, menyusuri jalan yang biasa disebut dengan jalan panjang.
Ponsel ditangan menjadi fokusku untuk menghabiskan waktu. Bukan kebetulan, di malam jumat memang biasanya adalah waktu untuk membaca cerita seram yang ada di twitter, cerita dar
Sikat na Kabanata