Dimanja Tiga Majikan Cantik
Keringat dingin mulai menetes di pelipisku, karena ketegangan seksual yang tiba-tiba meledak di antara kami berdua.
Kami terus bertatapan dalam diam selama beberapa detik yang terasa seperti selamanya, wajah kami semakin mendekat secara alami karena tarikan magnet yang tak kasat mata.
Hidung kami nyaris bersentuhan, dan aku yakin Shella juga mengharapkan hal yang sama denganku saat ini.
"Ehem... Maaf yaaa Bu Shella, ponselnya nggak retak, kan, layarnya?" Suara dehaman keras dari Bu Rina memecahkan gelembung asmara kami.